Selamat Datang di Website resmi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur

Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa/Kelurahan

 

Jalin Matra Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin

 

Latar Belakang

Kemiskinan merupakan masalah multi-dimensional, kemiskinan bukan hanya dipandang dari sisi ketidakmampuan memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan. Tetapi lebih dari itu, kemiskinan juga dapat dipandang dari keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta keterbatasan akses  terhadap sumberdaya ekonomi. Oleh karenanya kemiskinan menjadi hulu dari segala  permasalahan sosial yang ada di Indonesia.

Secara umum masalah kemiskinan di Jawa Timur dapat dikelompokkan dalam 3 (tiga) permasalahan: (i) penduduk miskin yang hidup dibawah garis kemiskinan; (ii) penduduk rentan (vulnerable), yaitu penduduk hidup dekat diatas garis kemiskinan yang mudah jatuh kebawah garis kemiskinan; (iii) kesenjangan (inequality) yaitu ketimpangan jumlah penduduk miskin dan tingkat kemiskinan antar Kabupaten/Kota, desa dengan kota dan antar gender.

Data Badan Pusat Statistik Nasional, bahwa tingkat kemiskinan di Indonesia pada bulan September 2014 adalah sebesar 27,73 juta orang atau 10,96 %. Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, bahwa hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), penduduk miskin Jawa Timur sejak Maret 2009 sampai dengan September 2014 mengalami penurunan, meskipun ada pelambatan penurunan angka kemiskinan. Pada Maret 2009 jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebesar 6.022.590 jiwa (16,68%) dan pada September 2014 sebesar 4.748.420 jiwa (12,28%).  Artinya selama 5 tahun telah terjadi penurunan sejumlah 1.274.170 jiwa (4,4%) (BPS, 2015). Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa program-program penanggulangan kemiskinan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur cukup efektif dalam memberikan kontribusi penurunan angka kemiskinan.  Program-program tersebut diantaranya adalah Program Jalin Kesra Bantuan RTSM, Koperasi Wanita (KOPWAN), Bantuan untuk Siswa Miskin (BOS SLTA, BOSDA MADIN), Jaminan Kesehatan Daerah, Pengembangan Pondok Kesehatan Desa (Ponkesdes), Bantuan Keuangan Desa untuk Pengembangan Infrastruktur Pedesaan, Pengembangan Dana Bergulir, Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, dan lain-lain.

Berdasarkan Pendataan Program Perlindungan Sosial Tahun 2011 (PPLS 11) yang bersumber dari Basis Data Terpadu Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) memuat data mikro Provinsi Jawa Timur yang diperoleh melalui sensus berdasarkan nama dan alamat (by name by adress) rumah tangga dengan status kesejahteraan terendah menunjukkan hasil sebagai berikut:

  1. Desil 1 (Rumah Tangga dengan status kesejahteraan 10% terendah) sebesar 1.230.042 Rumah Tangga atau 5.174.675 jiwa;
  2. Desil 2 (Rumah Tangga dengan status kesejahteraan 11%-20% terendah) sebesar 1.189.670 Rumah Tangga atau 3.932.347 jiwa;
  3. Desil 3 (Rumah Tangga dengan status kesejahteraan 21%-30% terendah) sebesar 1.189.652 Rumah Tangga atau 3.527.666 jiwa.

Rumah tangga yang masuk kedalam Desil 1 dapat diklasifikasikan sebagai rumah tangga miskin dan sangat miskin. Kelompok rumah tangga strata sangat miskin ini relatif belum pernah menjadi target spesifik prioritas berbagai penanggulangan kemiskinan secara eksklusif.  Program penanggulangan kemiskinan selama ini mengalami kendala membidik strata sangat miskin secara spesifik dan tepat sasaran, karena ketiadaan basis data mengenai keberadaan mereka (by name & address). Akibatnya, kemiskinan sering diperlakukan secara homogen, padahal kebutuhan rumah tangga strata sangat miskin untuk keluar dari kemiskinan relatif berbeda dengan strata miskin, apalagi strata hampir miskin.

Program Jalin Kesra yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai Tahun 2010 sampai dengan Tahun 2013. Untuk kelanjutan (sustain) penanganan sisa layak eksekusi tersebut diatas, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah membangun kemitraan kerja dengan Pemerintah Kabupaten di Jawa Timur dengan beberapa perubahan dan perbaikan pengelolaan (change),  ditetapkan Program JALan LaIN Menuju MAndiri dan SejahTeRA Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (JALIN MATRA BRTSM).

Program Jalin Matra Bantuan Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) direncanakan pelaksanaannya mulai Tahun 2014-2018 dengan sasaran kepada tangga sangat miskin dengan status kesejahteraan 5% terendah berdasarkan data PPLS 2011.

 

Maksud dan Tujuan

Jalin Matra Bantuan RTSM Tahun 2015 dimaksudkan sebagai salah satu bagian dari upaya penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur. Tujuan Jalin Matra Bantuan RTSM Tahun 2015 yaitu:

  1. Menurunkan tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan Rumah Tangga Sangat Miskin;
  2. Meningkatkan ketahanan sosial dan ekonomi Rumah Tangga Sangat Miskin;
  3. Meningkatkan motivasi usaha (need for achievement) Rumah Tangga Sangat Miskin.

 

Prinsip Pelaksanaan Kegiatan

  1. Kepedulian Sosial;
  2. Partisipatoris;
  3. Transparan dan Akuntabel;
  4. Keterpaduan;
  5. Keberlanjutan

Ruang Lingkup

Ruang lingkup kegiatan Program Jalin Matra Bantuan RTSM antara lain :

  1. Bantuan Keuangan Khusus;
  2. Verifikasi dan Klarifikasi Data RTSM di sasaran lokasi;
  3. Identifikasi Kebutuhan RTSM;
  4. Bantuan RTSM;
  5. Peningkatan Kapasitas Pengelola Program Tingkat Kabupaten dan Desa;
  6. Pendampingan;

Penanggung jawab : Subid Penguatan Kelembagaan

 

Arsip

Pengunjung Online

Pengguna online 16 tamu
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini281
mod_vvisit_counterKemarin1273
mod_vvisit_counterMinggu ini4265
mod_vvisit_counterMinggu lalu5986
mod_vvisit_counterBulan ini21745
mod_vvisit_counterBulan lalu34463
mod_vvisit_counterTotal3640035
Copyright © 2009 - 2017DPMD Provinsi Jawa Timur All Rights Reserved.